
Malaysia, 21-22 Juli 2025 – Upaya untuk memahami dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia terus berkembang melalui penelitian lintas negara. Salah satu langkah penting datang dari kolaborasi internasional antara Fitri Kurniasari, Ph.D, peneliti dari EHA Institute (Indonesia), dengan dua akademisi terkemuka dari Malaysia, yakni Ir. Ts. Dewika Naidu, Ph.D dari Sunway University (Malaysia) dan Ts. Dr. Nor Ruwaida Binti Jamian, Ph.D dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Penelitian ini berfokus pada topik:
“Quantification and Health Impact Assessment of Indoor Microplastic Exposure in Office and Factory Environments in Malaysia and Indonesia.”

Menurut Dr. Fitri Kurniasari, riset ini sangat penting karena paparan mikroplastik di lingkungan dalam ruangan seperti kantor dan pabrik masih jarang dikaji secara mendalam, padahal potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia cukup signifikan.



“Lingkungan dalam ruangan seringkali dianggap aman, tetapi kenyataannya bisa menjadi sumber paparan mikroplastik yang tersembunyi. Melalui riset ini, kami ingin memberikan gambaran yang lebih jelas tentang seberapa besar paparan yang terjadi, serta apa implikasinya terhadap kesehatan masyarakat di Malaysia dan Indonesia,” jelas Fitri.
Riset ini juga didukung oleh tim asisten peneliti muda yang berkontribusi besar, yakni Nor Fatiha Ishak, Muhamad Ammar Remli, dan Talitha Syifa Salsabila. Dengan kolaborasi lintas negara ini, diharapkan hasil penelitian tidak hanya memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga menjadi masukan penting bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengendalian paparan mikroplastik di ruang kerja.
Fitri menambahkan, kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari semangat kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi isu-isu kesehatan lingkungan yang bersifat global.
“Kolaborasi riset internasional membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Saya yakin hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutupnya.
